Kamis, 27 Juni 2013

.:. WAKTU UNTUK SENJA .:.

Ketika mimpi seakan berada di ambang batas

Keluh kaki melangkah jejaki asa yg masih tertinggal

Apalagi saat hati ragu tuk memohon pada hari

Sisakan sedikit saja lagi waktu untuk senja

Agar esok masih dapat ku sempurnakan pagi yg tak sempurna

Walau terkadang jemariku terlalu lelah untuk bercerita

Tapi entah mengapa intuisiku masih lagi berlari mencari jejak imaginasi di tanah tandus

Yang seakan mengembara dalam putaran mimpi yg terpenggal

Bahkan terkadang membuatku serasa terpasung dalam kotak pandora

Apakah aurora terlalu sempurna untuk di terjemahkan?

Atau aku yg terlalu lemah untuk belajar memahami tentang catatan langit

Dan andai saja aku mampu memohon pada hari

Maka sisakan saja sedikit lagi waktuku untuk senja.

.:. SEMOGA .:.

Ku terima doa-doa perih diantara luka yang terlalu renta
Masih saja sama
Walau terkadang kita tak mampu meraba dimana sisa luka
Namun bukankah masih ada harap di dada

Semoga
Pilu kita bukan jadi senandung buat mereka terenyuh
Bukan itu asa yg terpatri di kalbu

Hanya belajar tersenyum ketika kehidupan masih saja mengajarkan kita arti luka walau makin berdarah

Semoga
Senja masih lagi merah saga
Senyum bahagia waktu masih lagi menanti entah dimana
Dan kita masih lagi belajar menerima sepi yang terlanjur jadi karib sejati

Semoga
Bisikmu masih lagi jadi penyemangat rapuh mimpiku.

Kamis, 26 Mei 2011

.: RESAH :.

Kusam lirik waktu senandungkan kidung hampa
Seperti longgokan benda mati yang tak lagi memiliki mimpi

Hilang dari ruang peradaban yang masih mengajarkan tentang kisah kehidupan

Mengapa aku begitu sulit untuk menemukan jejak-jejak hari yang dulu kuhiasi dalam senyum pengharapan
Namun kini yang tersisa hanya sebalut luka yang tak juga hilang

Masih lagi ku ingat ketika jemari kecil itu menyentuhku
Ketika ku terjerembab dalam kubangan kotor yang ku sebut sepi

Senyumnya begitu indah
Laksana kilau lazuardi yang memerah saga

Aku masih lagi ingat
Ketika jemari kecil itu menyentuhku saat kumenangisi kesendirian

Tapi seketika itu resah hadir menyeruak
Kala bayangnya menghilang dalam satu lambaian senja
Yang akhirnya hanya menyisakan gelap

Sendiri..
Sepi..

Jumat, 18 Februari 2011

.:. Serpihan Kenangan Pada Senja .:.

Pelataran hari masih lagi berkabut.
Tak ada cahaya..
Atau sinar enggan pancarkan sinarnya pada samar bayangan.

Jejak-jejak waktu masih lagi bertapak.
Masih lagi sama..
Biarpun warnanya tak tampak indah termakan usia.

Ku balut raga sepiku dalam dekap lutut kali yang enggan beranjak pergi.
Masih lagi tenang bertemankan kesendirian.
Walau wajah-wajah harapan yang masih lagi mungil itu telah menggapai tawarkan tangan dan senyuman yang menenangkan laksana candu.
Tapi entah mengapa aku masih lagi enggan lepaskan kuas asa yang tak lagi bertinta.
Dan membiarkan kanvas itu menghitam dalam sketsa yang tak terlukis.

Begitu dinginkah masa lalu.
Atau aku yang masih enggan berkawan dengan masa depan.


Ku akhirnya melangkah pergi.
Membawa sekeping senja yang selalu saja enggan ku tinggalkan.