Kamis, 06 Maret 2014

My Vision

Bayang-bayang yang membingungkan; pria tak dikenal
Vision-vision melelahkan; perempuan menyedihkan

Pertemuan yang tidak diduga, ketertarikan yang tidak pernah dibayangkan
Penjabaran panjang atas pengujian untuk sebuah temuan
Memperhitungkan tiap kemungkinan; memperkecil manipulasi
Bahwa kebenaran adalah sebuah kenyataan

Masih lagi meragukan; tentu saja
Siapa yang akan percaya untuk sebuah mimpi yang tak mampu dipertanggungjawabkan
Bahkan mungkin akan dianggap gila untuk semua pernyataan

Dalam tangan perempuan itu setiap desakan aura tersentuh
Dalam mata perempuan itu masa depan diperlihatkan semesta
Dalam tubuh perempuan itu penyatuan disempurnakan

Seperti cinta purba; keterikatan akan masa lalu
Yang tak pernah mati; walau ratusan abad terpisah
Tanpa tahu akhirnya, tanpa bisa mengubah takdirnya.

(TAD, MARET 2014)

Jumat, 28 Februari 2014

Rahim Cahaya

Mimpi-mimpi itu kembali hadir, tanpa jarak, tak berpecah, masih membingungkan
Persetubuhan astral; hanya mampu melihat
Peta langit makin terbuka
Entah untuk apa?
Para pelindung mulai berbicara
Para indigo mulai bersiaga
Entah mengapa?

Malam-malam panjang masih menyisakan misteri
Kekuatan tak terlihat mulai bergerak
Semakin kuat; terkadang seperti pembunuh tanpa bayangan
Hanya mampu merasakan

Rahim cahaya dipersiapkan
Ketika waktu sudah tak lagi mampu diperhitungkan
Ketika para indigo tak mampu lagi jadi penjaga.

(TAD, MARET 2014)

Minggu, 23 Februari 2014

Sang Perantara

Ketika pintu cahaya terbuka bersama misteri yang terkandung didalamnya
Cerita tak sempurna hadir laksana pecahan puzzle
Mencari jawab untuk setiap petanda, ada sebuah kisah yang harus diurai

Mimpi-mimpi, vision, peristiwa tak terelakkan, hanya sebagian kata kunci dari sebuah rahasia langit
Menerka, mengira, merasakan dan menguji tiap kemungkinan
Berharap tak terjadi penyimpangan

Perempuan itu, dengan takdir yang membingungkan
Mencari jawab atas pilihan semesta; dia adalah sang perantara
Dipersiapkan untuk menjadi pelindung
Dihadirkan untuk menjadi pengabdi
Dihapuskan ketika cahaya menjadi hakiki.

(TAD, FEBRUARI 2014)

Jumat, 21 Februari 2014

My Destiny

Laut, angin, cahaya dan semesta, menyatu dalam vision yang terkadang tercipta bagai lompatan cerita
Peristiwa-peristiwa yang tak terelakkan, menghantui bagai sebuah mimpi buruk
Melihat, hanya untuk melihat, tak merubah apapun
Merasakan, hanya untuk merasakan, tanpa perduli apakah aku akan marah atau menangis, akan gembira atau malah bersedih
Aku hanya sebuah takdir yang membingungkan

Terlahir sempurna, namun hidup dalam dunia yang tidak sempurna
Memiliki segalanya, namun hanya sebuah nama yang tersisa

Seperti cinta, yang tak pernah abadi
Hanya jadi sang perantara bagi pria-pria terpilih

Semesta memilihku untuk jadi pengabdi cahaya
Menjadi pelindung sebelum semua dihancurkan bala
Menghantarkan jiwa terpilih, lalu berakhir tanpa perlu dikenang
Karena aku hanyalah sebuah takdir yang membingungkan.

(TAD, FEBRUARI 2014)