Rabu, 16 Oktober 2013

~ Dalam Kenangan Lelaki Senjaku ~

Masih ku ingat lagi kenangan bersamamu
Ketika bait kata-kataku hanya mampu bercerita tentang hadirmu

Bahkan saat ribuan senja ku lalui dalam dekapan cinta
Rasanya kidung rinduku jadi sang penyempurna waktu

Seperti senja-senja yang telah ku lewati dalam satu siluet merah saga
Kenanganmu masih tampak indah seperti siluet yang selalu ku temukan diakhir cakrawala senja kita

Namun ketika kau pergi tinggalkanku tanpa sebait kata
Dunia kecilku luluh lantak..
Kepak sayapku terkerat patah..
Dan launganku hanya mampu memaki langit..

Kau terenggut paksa tanpa kerelaanku
Menjadikanku hanya manusia yg tak sempurna dalam ketidak sempurnaanku
Bahkan jemariku pun enggan berkata
Imaginasiku seketika berubah jadi sampah di tebing waktu

Tapi kini..
Setelah semusim senja ku biarkan hatiku berdilema
Aku tersadar pada satu kenyataan kehidupan
Bahwa duniaku belum lagi berakhir
Bahkan esok pun masih lagi ku temukan pagi

Lalu mengapa tak ku coba saja tuk lagi belajar kepakan sayapku yg hampir pulih
Walau perih itu masih terasa
Namun bukankah itu yg membuatku jadi tangguh

Dan kini ku percaya..
Masih kan ku temukan cinta di senja berikutnya.

~ Diary Cinta ~

Kata demi kata terangkai jadi sebuah kalimat penuh makna
Hadir bersama rasa yang tercipta indah dari perjalanan sang waktu

Yang terkadang tak selalu tawarkan rupa keindahan

Karena air mata seakan jadi pelengkap sebuah harapan yang tersemai

Cinta..
Jalinan sebuah perasaan yang hadir dengan ketulusan abadi
Yang tersketsa tak hanya bercerita tentang kau dan aku

Karena cinta..
Juga menuliskan bait-bait kasih tentang sebuah persahabatan
Dan juga sayang tentang indahnya persaudaraan

Seperti sebuah penelusuran jejak cinta yang seakan memasuki fasa waktu yang memiliki lorong panjang tak ternokhta
Yang mungkin hadir bersama resah dan ragu yang melanda
Bahkan terkadang cinta membuat kepak sayap kita patah di rebahan keputusasaan
Kala rasa yang terbina atas nama cinta tak berakhir bahagia

Lalu apakah kita harus berhenti mencintai cinta..?

Apalagi cintaNYA masih lagi bersemayam abadi di rongga keimanan

Cinta..
Tak pernah mengajarkan kata benci
Hanya mengajarkan kita pentingnya sebuah keikhlasan untuk mencintai.

~ Biarkan Hening Itu Beranjak ~

Gusar beranjak menghiba dalam peluk waktu yang masih lagi enggan berpaling

Masih lagi mencari sisa-sisa keberanian langkah dalam dimensi yang terpasung luka semusim
Seakan menjadi resah yang tak beradab ketika hadir dalam sepi purnama tak bertuan

Lalu apakah kau akan berhenti bercerita tentang tawa saat kau masih lagi mampu tertawa

Atau hanya mampu bercerita tentang air mata yang tak lagi bernyawa

Bukankah pekung senja tak hanya hadir dalam bayang muram

Lalu mengapa kidung itu masih lagi kau lantunkan saat bahagia masih mampu kau temukan diantara sepi penantian
Atau kau hanya mampu meraba sepi

Hentikan saja resahmu diantara gelombang
Biarkan saja sedih itu hancur dalam puing-puing karang

Bukankah masih ada hari yang akan jadi penikmat sepimu
Saat kau masih lagi belajar hargai bahagiamu.

~ Sketsa Pemahaman ~

Keratan kata-kata itu seakan menggelegak mencari muara tuk di semai dalam rahim peradaban

Padahal tiap abjad masih lagi coba tuk di jabarkan akan sempitnya pemahaman

Rongga-rongga waktu pun seakan mulai menghitung tiap senti keuntungan yang di tawarkan pemikiran
Lalu mau jadi apa kita?
Jika kita masih lagi berkutat pada kain yang tak juga rapi ikatannya

Sedangkan bintang telah datang tawarkan undangan tuk datang bersama nikmati masa yang tak lagi hanya sebatas sketsa.