Rabu, 16 Oktober 2013

~ Kidung Sepi Tentang Waktu ~

Berarak waktu menghempas asa bayu
yang terbina dalam calar balar damai
penantian senja

Namun tersisa tetap hanya sepi..

Rupa perawan laksana purnama
mengambang diantara pelataran
setapak laut tak beriak
Hampa..

Lalu untuk apa celoteh hari
berkumandang
Jika hanya sekedar memaki kesendirian
Karena waktu tak pernah meminta sepi
untuk bersuara

Jangan menghina resah tanah tempat
senja berlabuh walau dalam kesepian
Karena waktu tak pernah meminta sepi
untuk menangis meraung hanya
sekedar menghiba hati agar bernurani

Jadi tetaplah disana !

Agar sepi tak perlu menatap waktu
dalam luka sembilu karena terbaikan
hari yang tak mampu berepilog

Maka tetaplah disana !

Agar aku jadi tangguh walau hanya
sekedar mengalunkan kidung sepi
tentang waktu yang tak lagi tawarkan
bahagia pada senja.

~ Love Story ~

Ketika rasa itu hadir mengetuk dinding
kalbu dalam satu senyum indah penuh
harapan

Ada gelora yang mengalir dalam dada
seakan-seakan kidung langit yang
menggoda para hamba dalam sujud
setia padaNYA
Membuat angan mengembara
menjelajah tiap tanah-tanah harapan
yang tercipta dalam satu resah yang
sempurna

Benarkah ini adalah cinta..?

Lalu seiring waktu hikayat kisah
tentang kau dan aku pun tercipta
Banyak ayat-ayat coba jadi penterjemah
asa dan rasa

Bahkan terkadang..
Tak urung sedih dan tawa..
Ragu dan juga resah..

Seakan jadi himpunan peradaban hati
yang membuat waktu tak pernah sepi

Dan hingga hari ini..

Rasa itu masih ku jaga setia dalam
palung hati yang terdalam
Walau bukan mudah bertahan di riak
hempasan gelombang yang
menghadang

Namun aku percaya..

Selama masih ku temukan kau diantara
sejarah hari
Maka selama itu ku kan mencintaimu
dalam sederhananya cintaku.

~ Masih Lagi ~

Masih lagi gelap sempurnakan langitku

Hanya di temani sepi yang terkadang menghanyutkanku dalam sisi gelap jiwa yang tersembunyi dari indah cahaya
Tempat di mana segala perih yang harus ku tahan dari gemerlapnya kehidupan
Dimana air mataku tersimpan indah bersama luka yang harus kunikmati sendiri walau terkadang aku lelah

Kuasingkan semua sesak yang hampir membunuh semua kesadaranku sebagai manusia
Hanya untuk menjaga kepak sayap itu tetap lagi putih
Walau terkadang keputusasaan merajam dalam luka tak terobati

Namun aku tetap bertahan walau terkadang aku tak kuasa untuk tidak mengutuk langit
Saat aku tak lagi mampu membendung sedihku

Masih lagi gelap sempurnakan langitku
Masih lagi sama..
Saat ku tak lagi mampu membendung sepiku

Karena disana masih lagi ada perih yang harus ku nikmati sendiri.

~ Aku Lelah ~

Diantara perjalanan waktu yang terkadang tak selalu tampak indah dalam kilau pesona senja
Jejak-jejak hitam kadang kala hiasi hari dalam seringai yang menakutkan

Lalu apakah itu akan membuatku harus hentikan langkah ?
Atau malah hanya diam laksana patung bernyawa !

Aku hanya mampu belajar perbaiki diri untuk setiap rasa yang tercipta
Karena hanya itu yang membuatku masih lagi tampak sejatinya manusia

Namun mengapa...
Tetap saja ada yang yang tak bahagia saat aku kembali belajar untuk tersenyum
Setelah sekian waktu aku hanya mampu menatap suram pada langit

Padahal aku tak pernah meminta bahagia siapa pun
Aku tak pernah merenggut cinta mana pun

Lalu mengapa aku dianggap sebuah aib untuk sebuah kesalahan yang tidak aku lakukan?

Aku bukan manusia yang mampu bersabar terlalu lama
Karena aku juga harus berjuang untuk menemukan bahagiaku

Tapi mengapa tudingan jari itu tetap mengarah kepadaku !
Padahal aku lelah harus terus tampak tangguh...
Aku letih untuk selalu tersenyum dan memaafkan...

Namun aku juga tak sanggup mencipta air mata di matanya untuk membalas semua sakit yang ku dera
Walau aku lelah untuk terus tersenyum dan memaafkannya.