Kamis, 17 Oktober 2013

~ Bartahanlah Disana ~

Seiring pemahaman diri tentang arti sebuah kekurangan
Maka saat itu rasanya hanya Tuhan yang mengerti tentang kesempurnaan
Sama seperti saat mengharap untuk mencinta ataupun dicinta
Seperti tiada rahasia saat ku sadar kau laksana sinar hati ini
Biarpun hanya sesaat disisi pelita kala hati berduka
Namun kau tetap hulurkan tanganmu ketika aku hilang arah
Lalu haruskah hadir juga rasa saat mencoba menepis gelora
Apalagi ketika aku merasa kecewa pada duniaku yang berubah kelam tak bermakna
Namun semangatmu seperti sebuah asa yang bersenyawa hadir dijiwa
Dan harapan kau beri saat cintaku bersemi
Laksana nafas akhirku buat kau yang dihati
Dan bagai bintang menghiasi alam maya
Meninggalkan kilau tanpa sinar yang bercahya
Dan detik percintaan seperti sebuah anugerah
Dan aku pinta bertahanlah disana.

~ Here I am ~

When I tried to hate you
Is not it even makes you think I still love you anymore
When I try to not think about you
Actually shows that you're always there in my mind
Then when I received what I think as a consequence of the heart
So here I am
Enjoy all the feelings that are present as a gift
That it turns out I still have a feeling human again

Probably never occurred in my heart about your whereabouts
Probably never occurred to me of your presence
And all happened without me ever knowing it
That one day I will fall in love with you

I do not know!
I still try once again to touch my heart for you my sense of responsibility
Fingering my heart is still pounding it on your behalf
Or is this just a camouflage of deserted because of loneliness

But at least I have you to thank
That because of you I was able to get back into a human being with feelings
Not a cruel girl who still had anger towards the past
So here I am
Waiting for you to remove your tracks.

Rabu, 16 Oktober 2013

~ Mencoba Mengerti ~

Belajar untuk melumpuhkan rasa agar tidak menjadi sebuah dominasi
Bukan melarikan diri
Tapi hanya menerima dengan ikhlas sebuah hakikat yang tak bisa diganti
Menerima semua rasa menjadi sebuah keimanan
Bahwa ada kuasa Tuhan untuk di tiap takdirnya

Seperti menemukan jawab dicari
Kala serpihan puzzle dari sebuah permainan kehidupan telah lengkap adanya
Mencipta tawa dan tangis yang terkadang tak di mengerti
Untuk apa dan mengapa

Seperti lembaran usang sejarah yang coba untuk disimpan
Yang kemudian hanya menjadi memori tak berarti bagi sang pencari jati diri
Lalu terhapus bersama mimpi-mimpi yang menguap esok pagi

Dan kini aku pun mulai memahami
Bahwa sebenarnya aku sadar
Rasaku tidak akan pernah menjadi sesuatu pada rasamu

~ Keadilan Yang Dipertanyakan ~

Mengapa harus memaki mereka yang berteriak dalam lara tak di perdulikan

Padahal letih raga mencari serpihan hati nurani yang masih mampu memahami getirnya teraniaya

Kesombongan macam apa yang coba kau pertunjukkan..

Saat mereka menghiba akan harga diri yang masih lagi tersisa

Begitu aibkah air mata yang mereka alirkan

Padahal hanya itu saja yang tertinggal ketika semua bahagia mereka kau renggut dengan begitu durjana

Belum cukupkah darah kemiskinan mereka jadi makanan di piring keserakahanmu

Masih belum terpuaskan lagikah nafsu binatangmu yang masih lagi ingin menodai kesucian ibu pertiwi negerimu

Hingga sebuah keadilan masih lagi kau sembelih untuk tumbal kebejatan nuranimu

Pandanglah sejenak negeri ini

Apakah masih belum cukup penderitaan yang kau cipta di tanah yang sebenarnya kaya raya

Namun hanya karena kau !

Kini keadilan pun di pertanyakan keberadaannya

Olehku dan juga jutaan penduduk negeri ini yang masih lagi mencari serpihan
hati nurani yang tersisa.