Pelataran hari masih lagi berkabut.
Tak ada cahaya..
Atau sinar enggan pancarkan sinarnya pada samar bayangan.
Jejak-jejak waktu masih lagi bertapak.
Masih lagi sama..
Biarpun warnanya tak tampak indah termakan usia.
Ku balut raga sepiku dalam dekap lutut kali yang enggan beranjak pergi.
Masih lagi tenang bertemankan kesendirian.
Walau wajah-wajah harapan yang masih lagi mungil itu telah menggapai tawarkan tangan dan senyuman yang menenangkan laksana candu.
Tapi entah mengapa aku masih lagi enggan lepaskan kuas asa yang tak lagi bertinta.
Dan membiarkan kanvas itu menghitam dalam sketsa yang tak terlukis.
Begitu dinginkah masa lalu.
Atau aku yang masih enggan berkawan dengan masa depan.
Ku akhirnya melangkah pergi.
Membawa sekeping senja yang selalu saja enggan ku tinggalkan.
Jumat, 18 Februari 2011
Sabtu, 27 November 2010
~¤ LET IT GO ¤~
Let it go past it tobe perfection.
Why are you copyright still loads just crush your soul freedom.
Are not you the same independent spirit as the inhabitans of the earth that are in copyright to struggle to understand the importance of a life.
Stay as strong reefs that although slowly eroded but still imperious wave of maintaining a life that is created by it.
When only a perfected state of the game the sky.
Only weak people who will admit defeat on the circumstances.
But my belief is still a beautiful engraved on it shadow missed.
Will still take care of you when you fall.
And with the heavens singing try polishing a wise manner.
Why are you copyright still loads just crush your soul freedom.
Are not you the same independent spirit as the inhabitans of the earth that are in copyright to struggle to understand the importance of a life.
Stay as strong reefs that although slowly eroded but still imperious wave of maintaining a life that is created by it.
When only a perfected state of the game the sky.
Only weak people who will admit defeat on the circumstances.
But my belief is still a beautiful engraved on it shadow missed.
Will still take care of you when you fall.
And with the heavens singing try polishing a wise manner.
¤: Menunggumu.. Menghapus Jejak :¤
Perlahan ku tulis barisan kata demi kata dalam pengharapan teramat tinggi padamu wahai saudaraku.
Berharap kau mampu mengerti hatiku.
Yang tak ingin melihatmu mencipta mimpi di tanah peradaban yg samar bayangan.
Masihkah kau ingat janji yg terucap diantara lazuardi yg memerah saga itu saudaraku.
Ketika dalam tangisku coba ku tenggelamkan sedihku jauh ke dasar samudera biru kala tak ku temukan lagi siluet lelaki senjaku di batas cakrawala.
Kau ajarkan aku untuk jadi tangguh.
Kau berikan aku cinta dalam pelukmu.
Aku tahu saat ini kau hanya ingin cipta bahagia dalam pengharapan yg luar biasa padanya.
Tapi tak pernahkah terbersit dalam hatimu bahwa kau juga cipta luka di hati kami yg menyayangimu saudaraku.
Rein saudaraku..
Masih ingatkah air mata yg selalu mengalir ketika mereka di luar sana memandangmu penuh tanya?
Masih ingatkah engkau pada bayang masa lalu yg selalu jadi belenggu senyummu?
Aku masih mengingat semua itu Rein.
Tiap air mata dan kesedihan yg selalu kau tahan tiap kali keberadaanmu di pertanyakan.
Aku masih ingat lagi semua itu Rein.
Ketika kau selalu menangis di bahuku tiap kali kau merasa sendiri.
Aku juga ingin melihatmu bahagia seperti yg lain Rein.
Tapi tidak dengan mengorbankan cinta itu atas nama ego yg kita punya.
Kembalilah Rein.
Dan aku akan menunggumu menghapus jejak hitam itu dari jalan hidupmu.
Dan temukan tanah impianmu dengan cara yg bijaksana.
Special i'm dedicated to my sister KARERINA TABHITA DANUWIDJAYA.
Berharap kau mampu mengerti hatiku.
Yang tak ingin melihatmu mencipta mimpi di tanah peradaban yg samar bayangan.
Masihkah kau ingat janji yg terucap diantara lazuardi yg memerah saga itu saudaraku.
Ketika dalam tangisku coba ku tenggelamkan sedihku jauh ke dasar samudera biru kala tak ku temukan lagi siluet lelaki senjaku di batas cakrawala.
Kau ajarkan aku untuk jadi tangguh.
Kau berikan aku cinta dalam pelukmu.
Aku tahu saat ini kau hanya ingin cipta bahagia dalam pengharapan yg luar biasa padanya.
Tapi tak pernahkah terbersit dalam hatimu bahwa kau juga cipta luka di hati kami yg menyayangimu saudaraku.
Rein saudaraku..
Masih ingatkah air mata yg selalu mengalir ketika mereka di luar sana memandangmu penuh tanya?
Masih ingatkah engkau pada bayang masa lalu yg selalu jadi belenggu senyummu?
Aku masih mengingat semua itu Rein.
Tiap air mata dan kesedihan yg selalu kau tahan tiap kali keberadaanmu di pertanyakan.
Aku masih ingat lagi semua itu Rein.
Ketika kau selalu menangis di bahuku tiap kali kau merasa sendiri.
Aku juga ingin melihatmu bahagia seperti yg lain Rein.
Tapi tidak dengan mengorbankan cinta itu atas nama ego yg kita punya.
Kembalilah Rein.
Dan aku akan menunggumu menghapus jejak hitam itu dari jalan hidupmu.
Dan temukan tanah impianmu dengan cara yg bijaksana.
Special i'm dedicated to my sister KARERINA TABHITA DANUWIDJAYA.
:¤: HITAMKU :¤:
Satu bias resah hadir tercipta dengan sempurna
Ketika ku coba memahami tentang inginku
Tak ku temukan jawab itu
Jejak langkah itu pun perlahan memudar
Hadirkan hitam di penggalan waktu
Ketika jauh rasa itu coba ku pahami
Yang tersisa hanya penggalan bait2 kata tak bermakna
Ingin ku maki waktu yg selalu saja coba hempas bahagiaku
Mengapa aku di paksa jadi tangguh ketika telah ku perlihatkan rupa ketidakberdayaan
Aku hanya raga yg kesepian
Yang terkadang lebih bahagia berkawan pada hitam walau ku tahu putih juga menyenangkan
Aku selalu saja di paksa harus sembunyikan air mata
Padahal aku hanya insan biasa yg terlahir bukan dari dewa
Aku lelah harus selalu tampak sempurna
Apa aku tak jadi indah dalam rupa kelemahan yg ku punya
Lihat aku Tuhan !
Yang merasa terabaikan walau mereka selalu menatapku curiga
Padahal aku tak meminta terlahir jadi hina
Mengapa aku merasa Kau tak berlaku adil dengan keberadaanku
Padahal aku tak pernah meminta padaMU
Ini hitamku Tuhan!
Yang di paksa harus bertahan atas nama kehidupan.
Ketika ku coba memahami tentang inginku
Tak ku temukan jawab itu
Jejak langkah itu pun perlahan memudar
Hadirkan hitam di penggalan waktu
Ketika jauh rasa itu coba ku pahami
Yang tersisa hanya penggalan bait2 kata tak bermakna
Ingin ku maki waktu yg selalu saja coba hempas bahagiaku
Mengapa aku di paksa jadi tangguh ketika telah ku perlihatkan rupa ketidakberdayaan
Aku hanya raga yg kesepian
Yang terkadang lebih bahagia berkawan pada hitam walau ku tahu putih juga menyenangkan
Aku selalu saja di paksa harus sembunyikan air mata
Padahal aku hanya insan biasa yg terlahir bukan dari dewa
Aku lelah harus selalu tampak sempurna
Apa aku tak jadi indah dalam rupa kelemahan yg ku punya
Lihat aku Tuhan !
Yang merasa terabaikan walau mereka selalu menatapku curiga
Padahal aku tak meminta terlahir jadi hina
Mengapa aku merasa Kau tak berlaku adil dengan keberadaanku
Padahal aku tak pernah meminta padaMU
Ini hitamku Tuhan!
Yang di paksa harus bertahan atas nama kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)