Minggu, 09 Maret 2014

Aku Bahagia

Minggu ketiga bulan Maret
Pagi hari, cuaca di Kuala Lumpur mendung
Menyentuh bantal, mencari bayangan lelakiku
Memejamkan mata, masih terasa pelukannya malam tadi
Tiap sentuhan lembut, bisikan penuh rindu, kata-kata cinta
Aku tersenyum, bahagia

Beberapa waktu lalu, aku tampak bodoh
Menangis, merindu, kesepian dan terluka
Ada kisah tragis yang tak mampu diterima

Aku beranjak dari ranjang, meraih my phone
Hanya ingat sebuah nama, aku merindukannya
Mon cheri..

Suara paraunya, baru saja terbangun, aku menggodanya
Tiap ucapannya selalu membuatku tertawa
Terkadang seperti orang gila, tersenyum dan tertawa sendiri, bahagia

Dia kekasihku
Dan aku bahagia bersamamu.

( TAD, Maret 2014)

Sabtu, 08 Maret 2014

LELAKIKU

Kamu tahu..
Kamu bukan lelaki menarik yang bisa membuat aku jatuh cinta
Kamu bukan lelaki idaman yang akan membuatku mudah merindu
Tapi entah bagaimana, aku sendiri masih bertanya
Saat kamu hadir jadi begitu istimewa

Kamu tahu..
Aku bukan perempuan yang pandai menulis kata untuk mengatakan perasaan
Aku bukan perempuan anggun yang bisa membuatmu terpesona
Aku bukan perempuan menarik yang bisa membuatmu jatuh cinta
Tapi entah bagaimana, kamu sendiri masih bertanya
Saat aku hadir jadi begitu istimewa buatmu

Banyak hal terjadi, seperti sebuah keajaiban
Hal-hal menarik yang tak diperhitungkan
Hubungan cinta pun tercipta tanpa rekayasa

Kita pernah punya masa lalu dan kita tahu itu
Belajar memberi dan menerima tanpa paksaan
Menjaga hati dan diri atas nama kepercayaan.

(TAD, Maret 2014)

Jumat, 07 Maret 2014

Ketika Aku Mengenangmu

Aku mungkin bukan perempuan yang mampu menuliskan kata sebaik T yang selalu membuatmu excited
Aku mungkin bukan perempuan yang mampu bermulut manis seperti M yang selalu membuatmu tertawa
Aku juga bukan perempuan menarik seperti C yang bisa membuatmu berdebar ingin mendekatinya
Aku hanya perempuan naif, bodoh, keras kepala, bermulut kasar dan berego tinggi
Yang terus berusaha menulis untuk membuatmu bangga, walau hasil tulisanku cuma sampah
Perempuan yang selalu susah tidur dan menghabiskan malamnya hanya merokok dan berharap bisa bicara denganmu
Memperhatikan apa yang kau lakukan dibalik dinding kaca
Hanya sebuah kenangan yang tersisa, bukan hal yang menyenangkan malah
Mungkin buat orang lain kau tidak tampan, bahkan usiamu jauh dariku
Tapi buatku, kau adalah lelaki yang paling brengsek yang membuatku bertekuk lutut
Yang sampai detik ini masih mampu menagis karena merindukanmu
Yang harus belajar membenci untuk bisa melupakanmu
Aku mungkin bukan seperti perempuan-perempuan yang pernah singgah dalam hidupmu
Aku hanya perempuan yang pernah mencintaimu dengan segala kelemahanku.

(TAD, Maret 2014)

Kamis, 06 Maret 2014

Love Unconditionally

Satu sketsa wajah samar hadir dalam mimpi; vision
Entah siapa, entah dimana

Mimpi-mimpi panjang yang meletihkan
Sempat terlupakan, tak ingat malah
Puzzle cerita yang tak tahu harus disusun seperti apa, terlalu banyak lompatan cerita yang menambah kerumitan
Dejavu, peristiwa-peristiwa tak terelakkan

Lelaki itu, pemilik wajah samar yang selalu kulihat pada tiap vision
Bukan kekasihku, atau para pemujaku
Entah siapa dia, kemudian menjadi pertanyaan yang terlupakan

Lelaki itu dihadapanku kini, bukan nyata tubuh
Namun aku mampu merasakan tiap lekuk wajahnya, mendengarkan degup jantungnya, menyatu bersama sukmaku

Entah perasaan apa ini, sebuah kepercayaan, cinta tanpa syarat hadir menyempurnakan pencarian
Aku terhenti pada satu takdir yang aneh, benarkah?
Apakah reinkarnasi?
Atau hanya pengulangan karma?
Entahlah, apa peduliku.

(TAD, FEBRUARI 2014)