Rabu, 16 Oktober 2013

~ Mencarimu ~

Terhuyung aku dalam perih luka semusim yang tak terbaca
Mencari sebab untuk tiap air mata yang mengalir
Mengeja tiap kata yang tertinggal di daun-daun lontar yang usang
Meraba tiap rasa yang terburai ketika mencarimu

Kelam waktu berjibaku dengan sepenggal memori yang kau beri
Bahkan deru suaramu terhapus suara hening malam yang tak bermaya
Membuatku tak tahu dimana mesti mencarimu

Aku letih sendiri
Menangisi penggal-penggal mimpi yang tak beraga
Aku ingin bersamamu
Bertikam lidah bercerita tentang luka

Katakan kemana aku harus mencarimu wahai sang angin
Karena aku ingin memakimu ketika kau tinggalkan sajak luka itu

Padahal kau tahu aku selalu bermimpi bersamamu
Bercerita tentang kelam seperti penggal sajak-sajak cinta.

~ Aku Tergoda ~

Aku tertawa dalam hati ketika tiba-tiba ada desir indah teraba
Mencoba berhenti berceloteh tentang sebuah mimpi yang kusadar tiada akhir
Bahkan gurauan tentang rasa itu pun aku tahu hanya akan beri luka

Tapi jujur aku tergoda padamu
Pada celotehmu tentang semua yang mampu kau terjemahkan dalam satu sketsa imajinasi yang mengagumkan

Aku mencemburuimu
Saat jemarimu mampu menari bersama gairah yang tersinkronisasi dengan isi kepalamu

Aku tergoda padamu
Saat kau mampu menemukan momentum untuk lukiskan tiap rasa dalam kata yang beremosi indah
Begitu bergairah..

Sedangkan aku masih berjibaku dengan luka dan air mata yang membuatku muak

Dan tiap tarikan katamu seperti sebuah lukisan yang berwarna warni ceriakan kanvas usang
Dan jujur aku mulai tergoda
Untuk menjadi sepertimu
Yang mampu tetap berirama dalam simfoni nada tak ternokhta.

~ Semoga ~

Semoga
Ku terima doa-doa perih diantara luka yang terlalu renta
Masih saja sama
Walau terkadang kita tak mampu meraba dimana sisa luka
Namun bukankah masih ada harap di dada

Semoga
Pilu kita bukan jadi senandung buat mereka terenyuh
Bukan itu asa yg terpatri di kalbu

Hanya belajar tersenyum ketika kehidupan masih saja mengajarkan kita arti luka walau makin berdarah

Semoga
Senja masih lagi merah saga
Senyum bahagia waktu masih lagi menanti entah dimana
Dan kita masih lagi belajar menerima sepi yang terlanjur jadi karib sejati

Semoga
Bisikmu masih lagi jadi penyemangat rapuh mimpiku

-:- Ini Salahku -:-

Seperti sebuah sejarah panjang
Yang bercerita tentang awal dan akhir kisah
Yang terkadang penuh dengan gejolak rasa

Seperti sebuah sejarah panjang
Pengulangan cerita terkadang terjadi tanpa direncanakan
Mengalir tak hanya hadir sekedar wacana
Bahkan emosi dan empati jadi sebuah jati diri

Ini salahku..
Saat kubiarkan cinta berlabuh tanpa sauh
Yang kemudian hanyut tanpa gelombang pasang
Begitu hening..
Tapi itu yang membuatku menjerit pilu

Ini salahku..
Kubiarkan cinta menjajah tanpa perlawanan
Memberi kasih tanpa indikasi
Lalu hilang tanpa sejarah

Ini salahku..
Saat air mata bercerita tentang perih waktu saat bersama
Aku memilih diam dan pergi
Meninggalkan semua mimpi yang kau beri

Ini salahku..
Ini salahku..
Ini salahku..